news UPDATE….news UPDATE…..RANGKAIAN KEGIATAN SIDANG DEWAN AKADEMIK KELULUSAN, YUDISIUM, WISUDA, PENUTUPAN PENDIDIKAN DAN PRASPA SERTA PURNAWASIS PERWIRA REMAJA ANGKATAN 49 BATALYON PRAWIRA HIRYA YANG DIMULAI DARI TANGGAL 4 – 19 JULI TAHUN 2018 DENGAN JUMLAH LULUSAN 279, TERDIRI DARI 228 ORANG TARUNA DAN 51 ORANG TARUNI…………CONGRATULATIONS!!!
news UPDATE….news UPDATE….. WELCOME TO THE POLICE ACADEMY, POLICE MINISTERS OF MELANESIAN SPEARHEAD GROUP 14 AUGUST 2018

  • COVER
  • TEMA

  • ADHI MAKAYASA - Copy
  • ATI TANGGAP I - Copy
  • ATI TANGGAP II - Copy
  • ATI TANGGAP III - Copy
  • ATI TANGGON I - Copy
  • ATI TANGGON II - Copy
  • ATI TANGGON III - Copy
  • ATI TRENGGINA I - Copy
  • ATI TRENGGINA II - Copy
  • ATI TRENGGINAS III - Copy
  • ATI TANGKAS I - Copy
  • ATI TANGKAS II - Copy
  • ATI TANGKAS III - Copy
  • ATI TAMBA I - Copy
  • ATI TAMBA II - Copy
  • ATI TAMBA III - Copy
  • ATI CENDEKIA SRIKANDI I - Copy
  • ATI CENDEKIA SRIKANDI II - Copy
  • ATI CENDEKIA SRIKANDI III - Copy
  • KWN I
  • KWN II
  • KWN III

Picture1SELAMAT DATANG DI WEB AKADEMI KEPOLISIAN

SELAMAT ATAS WISUDAWAN WISUDAWATI PERWIRA REMAJA ANGKATAN 49 BATALYON PRAWIRA HIRYA 2018

 

sejarah singkat

Perjalanan sejarah Akademi kepolisian telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi maupun tempat domisilinya sampai pada akhirnya menetap di Semarang.Tonggak berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para cendikiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang. Ambil alih tersebut termasuk pendidikan kepolisian “ Jawa Keisatsu Gakka” selanjutnya diganti menjadi Sekolah polisi Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah nantinya akan menjadi cikal bakal Akademi Kepolisian.

Memasuki periode sejarah reformasi di Indonesia, sejarah Akademi Kepolisian mengalami perubahan dengan dikeluarkan Skep Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL, AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI. Akhirnya, perubahan terjadi pada logo Akademi Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2003, dengan diresmikannya oleh Kapolri Jenderal Polisis Da’i Bachtiar, penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata “Atmaniwedana – Kretakarma – Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma – Bijaksana – Ksatria” dan pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata.

visi misi

VISI

“menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan polisi profesional, cerdas, bermoral, dan modern yang berwawasan global dan berstandar internasional (WORLD CLASS POLICE ACADEMY)”.

MISI

1. menyelenggarakan pendidikan pembentukan perwira polri melalui kegiatan pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan ssecra bertahap dan berkesinambungan pada setiap tingkat pendidikan.

2. menyelenggarakan kegiatan pendelitian dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan bidang kepolisian.

3. menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan bidang kepolisian.

4. menyelenggarakan tata kelola institusi yang berorientasi kepada pelayanan prima dan berkembang menjadi pusat unggulan (CENTER OF EXCELLENCE).

5. mengembangkan kerjasama dan jejaring kerja dengan berbagai lembaga didalam dan luar negeri.

kurikulum

Akademi Kepolisian melaksanakan 2 Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan yang terdiri: Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan Taruna, dengan pola pendidikan 1 – 6– 4, yang mengandung pengertian :1 semester Dikdas Bhara, 6 Semester Pembentukan Perwira Polri dan 4 Semester Pengembangan Ilmu Kepolisian (PA mahasiswa) diberlakukan untuk Detasemen “ 44 “ – Wiratama Bhayangkara dan Detasemen “ 45 “ – Budi luhur Bhayangkara. Sedangkan Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan Taruna dengan Pola pendidikan 1 – 11, yang mengandung pengertian : 1 semester Dikdas Bhara,dan 11 semester Pendidikan Profesi Teknis Kepolisian (Pembentukan PA Polri dan Pengembangan Ilmu Kepolisian). •

Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan merupakan penjabaran Kurikulum dalam bentuk rencana pelaksanaan perkuliahan / kurikulum untuk setiap tingkat. Pada Tahun Akademik 2012, Taruna yang mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian berdasarkan tingkatan sebagai berikut: 1. DetasemenAngkatan 47 Den ‘X‘; 2. Detasemen Anindya Yodha Angkatan ‘46’ TK. I dan TK II; 3. Detasemen Budi Luhur Bhayangkara Angkatan 45 TK. II dan TK III 4. Detasemen Wiratama Bhayangkara Angkatan 44 TK III dan PA Mahasiswa. •

peserta didik

Peserta didik pada jalur, Jenjang dan jenis pendidikan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kapolri, calon peserta didik pada pendidikan pembentukan (Akpol) adalah warga negara Republik Indonesia yang telah lulus seleksi.

Ketentuan peserta didik :

• Hak peserta didik :

1. Tiap peserta didik mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan/pelatihan yang bermutu.

2. Setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan hukum.

3. Setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk meperoleh uang saku, makan, minum dan kebutuhan lainnya serta pelayanan kesehatan.

4. Biaya sebagaimana disebut diatas ditetapkan dengan Keputusan Kapolri.

• Kewajiban peserta didik :

1. Mengikuti seluruh proses berlajar mengajar.

2. Mentaati hukum / perundangan / peraturan yang berlaku.

3. Menyimpan rahasia negara.

• Peserta didik dapat diberhentikan / dikeluarkan dari pendidikan apabila :

1. Tidak mampu meneruskan pendidikan.

2. Melakukan tindak pidana / pelanggaran tertentu dan dalam pelaksanaan pemberhentian peserta didik, diatur dengan Surat Keputusan Kapolri.

tenaga pendidik

Komposisi Dosen / Pengajar

1. INTERN AKPOL 147 ORANG

2. EKSTERN AKPOL 117 ORANG

3. STIK – PTIK 25 ORANG

JUMLAH 289 ORANG

Jumlah Gadik berdasarkan asal Perguruan Tinggi

1. UNDIP 61 ORANG

2. UNNES 25 ORANG

3. UDINUS 5 ORANG

4. IAIN 2 ORANG

5. KATHEKESE 1 ORANG

6. GKJ 2 ORANG

7. KODAM IV 1 ORANG

8. POLDA JATENG 5 ORANG

9. LABFOR 1 4 ORANG

10. PERMATA BANGSA 1 ORANG

11. STIK ( DEN 44 ) 25 ORANG

JUMLAH 143 ORANG

Jumlah Gadik berdasarkan latar belakang pendidikan

• Internal Akpol 1. S3 2 ORANG 2. S2 24 ORANG 3. S1 73 ORANG 4. D3 2 ORANG 5. SMU 46 ORANG JUMLAH 147 ORANG

• Eksternal 1. PROF 13 ORANG 2. S3 9 ORANG 3. S2 70 ORANG 4. S1 19 ORANG 5. D3 4 ORANG 6. SMU 2 ORANG JUMLAH 118 ORANG

• STIK 1. PROF 6 ORANG 2. S3 6 ORANG 3. S2 12 ORANG 4. S1 1 ORANG 5. D3 4 ORANG JUMLAH 26 ORANG

sistem evaluasi

Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses belajar mengajar peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan pada ketiga aspek, yaitu : aspek sikap perilaku, aspek ilmu pengetahuan dan ketrampilan, aspek jasmani serta kesehatan, agar diperoleh cara hasil penilaian yang obyektif dalam menentukan keberhasilan peserta didik sesuai pencapaian tingkat kompetensi kelulusan yang telah ditentukan dalam Program Pendidikan Akademi Kepolisian. Untuk melaksanakan evaluasi tersebut disusun suatu pedoman evaluasi yang mengatur penilaian selama peserta didik mengikuti pendidikan sejak tahap pendidikan dasar (Dikdasbhara) sampai dengan akhir pendidikan atau kelulusan. Sistem evaluasi yang diberlakukan untuk program pendidikan Taruna Akpol tertuang dalam buku pedoman evaluasi .

pengajaran

Pengajaran : pada pelajaran teori menggunakan metode tutorial yang meliputi mini lecture, tanya jawab, diskusi, simulasi, bermain peran, peragaan dan drill. Pada pelajaran praktek menggunakan metode penugasan, kerjasama, tutorial dan demonstrasi yang dijabarkan / dijadwalkan melalui pembelajaran tatap muka, terstruktur dan mandiri;

pelatihan

pada pelatihan menggunakan sistem bertingkat, berlanjut, bertahap dan uji coba pelaksanaan.

Tujuan pelatihan adalah:

• Edukatif : pelatihan bertujuan dapat memberikan pengalaman praktis dalam menghadapi situasi tugas yang riil dan akan ditemui ketika para taruna bertugas sebagai Perwira Polri;

• Analisa : pelatihan bertujuan melatih kemampuan Taruna Akpol dalam menganalisis berbagai permasalahan terkait dengan pelaksanaan tugas kepolisian;

• Integratif : pelatihan bertujuan membentuk sikap saling pengertian dalam pola pikir, pola tindak maupun pola sikap dalam ikatan kelompok, dimuali dari tingkat unit kecil sampai dengan tingkat satuan nantinya dilapangan / tempat tugas. Hal ini mengingat diperlukannya satu kebutuhan team work dalam melaksanakan tugas – tugas di lapangan untuk dapat berhasil.

pengasuhan

pada pengasuhan diterapkan azas-azas, saling asah, asih dan asuh serta menerapkan metode suri tauladan, partisipasi, pengawasan, observasi dan bimbingan penyuluhan dan bimbingan conseling. Tujuan pelaksanaan pengasuhan adalah untuk merubah, membentuk, menumbuh kembangkan dan mendewasakan sikap perilaku Taruna yang mahir, terpuji dan patuh hukum serta mampu memahami, mengahayati dan mengamalkan perangkat nilai – nilai dasar yang terkandung di dalam Tribrata dan Catur Prasetya.

Sasaran dari kegiatan pengasuhan adalah:

1. Perubahan sikap mental menuju karakteristik Polisi Sipil melalui penanaman nilai – nilai dasar Tribrata dan Catur Prasetya;

2. Kedewasaan dalam membina kemampuan akademis yang dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu kepolisian serta kemampuan memecahkan permasalahan;

3. Tingkat motivasi dalam membentuk ketrampilan taktik dan teknis kepolisian dalam rangka menghadapi setiap bentuk gangguan kamtibmas yang berkembang di tengah – tengah masyarakat;

Struktur Organisasi

STRUKTUR

GUBERNUR AKPOL •

Gubernur Akpol disingkat Gub Akpol adalah pelaksana dalam penyelenggaraan kegiatan pembinaan dan pelaksanaan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi• Gubernur Akpol bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajibannya kepada Kalemdiklat Polri• Apabila Gubernur berhalangan melakukan tugas kewajibannya diwakili oleh Wakil Gubernur Akpol.

WAKIL GUBERNUR AKADEMI KEPOLISIAN •

Wakil Gubernur Akpol disingkat Wagub Akpol, bertugas membantu Gubernur Akpol dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan kegiatan pembinaan dan pelaksanaan pendidikan serta pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi • Apabila Wagub Akpol berhalangan melaksanakan tugas kewajibannya, diwakili oleh pejabat yang ditunjuk oleh Gubernur Akpol. • Wagub Akpol bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kewajibannya kepada Gubernur Akpol.

DIREKTUR AKADEMIK AKPOL •

Direktur Akademik Akpol disingkat Dir Ak, bertugas membantu wakil Gubernur dan Wakil Gubernur Akpol dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pelaksanaan pendidikan serta pembentukan Perwira Polri • Dalam pelaksanaan tugasnya Direktur Akademik dibantu oleh Kabag Bindik, Kabag Jarlat, Koorgadik dan 6 (enam) Kabid lain.

DIREKTUR PEMBINAAN TARUNA DAN PELATIHAN AKPOL •

Direktur Pembinaan Taruna dan Pelatihan Akpol disingkat Dir Bintarlat, bertugas membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Akpol dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pelaksanaan pendidikan serta pembentukan Perwira Polri • Dalam pelaksanaan tugasnya Dir Bintarlat dibantu oleh Kabag Binlat, Kabag Kermadian, Kabag Humas dan Kakorbintarsis.

KEPALA BAGIAN PERENCANAAN DAN ADMINISTRASI •

Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi disingkat Kabag Renmin bertugas menyusun perencanaan program kerja dan anggaran atau administrasi, perawatan personil, perbekalan umum, ketatausahaan dan pelayanan markas. • Dalam pelaksanaanya tugas Kabag Renmin dibantu oleh Kasubbag Ren, Kasubbag Sumda dan Kasubbag Um.

Gubernur Akpol dari masa ke masa…..

  • Slide1
  • Slide2
  • Slide3
  • Slide4
  • Slide5
  • Slide6

links

DHARMA…………………BIJAKSANA……………………….KSATRIA >>>>>>>>>>>>>>>>PROFESIONAL……………MODERN………….TERPERCAYA

selayang pandang akademi kepolisian

Syarat menjadi Taruna
Artikel berita Polri
Akpol news